Konvergensi Media dan Fenomena Iklan Online

by - 13.11


Dewasa ini ketika internet sudah merajai segala cakupan industri termasuk cara khalayak ‘menghidupkan’ industri tersebut, tidak aneh rasanya bila industri periklanan mulai menguatkan ‘cakar’ nya di dunia online. Melihat perkembangan industri periklanan berdasarkan urutan waktu, kita dapat melihat bahwa iklan digagas pertama kali melalui media tanah liat yang berisikan iklan kosmetik berdasarkan penemuan reruntuhan Pompeii.



Kemudian dilanjutkan dengan iklan menggunakan media kertas, terutama semenjak ditemukannya mesin cetak penemuan Gutenberg pada tahun 1440. Kemudian dilanjutkan dengan melebarkan sayap periklanan di poster kreatif, baliho, spanduk, televisi, dan radio. Baik iklan melalui media cetak seperti baliho, spanduk, poster, maupun iklan digital media massa seperti televisi dan radio, memiliki masa kejayaannya masing-masing. Meskipun kini kedua media tersebut tidak ditinggalkan secara total, namun para pengiklan sudah mulai mengalihkan pandangan dan fokus terhadap iklan online yang nampaknya lebih menguntungkan pihak pengiklan. Betapa tidak? Setidaknya 60% penduduk Indonesia adalah netizen yang aktif dalam menjelajahi dan mengobservasi internet. Fakta ini adalah penjamin utama bahwa mengiklankan produk atau jasa di internet sangat menjanjikan demi keberlangsungan usaha seseorang.

Iklan dewasa ini, merupakan bentuk nyata dari konvergensi media. Konvergensi menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah:

“Suatu keadaan menuju titik pertemuan atau proses penggabungan atau kebersatuan dua atau lebih hal untuk kemudian menjadi satu.”

Jadi, konvergensi media memiliki artian penggabungan atau proses pengintegrasian media-media yang ada untuk diarahkan ke satu titik tujuan dan kemudian dipergunakan untuk suatu kepentingan.

Apabila dilihat secara garis besar, iklan online sebenarnya sama dengan iklan konvensional. Fungsinya sama-sama untuk meningkatkan brand awareness dari produk atau jasa yang dijual oleh pihak pengiklan. Lalu, apa yang membuat pengiklan tidak membatasi media untuk beriklan sekedar di media cetak saja namun juga merambah ke media online?

Menurut Syarifudin Yunus pada buku karangannya yang berjudul “Jurnalistik Terapan”, media online lebih digemari karena bersifat up to date alias terbaru. Maksudnya adalah, mengiklankan jasa atau produk di media online dapat menjamin keterbaharuan data karena proses penyajian iklan yang jauh lebih muda dan tidak serumit bila akan mengiklankan sesuatu di media cetak. Yang kedua, iklan pada media online menjamin kepraktisan dalam penggunaannya karena disokong oleh kecangihan teknologi internet sepert smartphone yang menjamin iklan online akan terpapar setidaknya dua kali lipat lebih sering dibandingkan dengan iklan di meda cetak.

Sebagai contoh nyata, berikut saya paparkan beberapa iklan online perusahaan penjual jasa atau produk yang tadinya mengiklankan perusahaan di media cetak, namun kini malah lebih memilih beriklan online.




Seperti yang bisa kita lihat dari contoh di atas, terdapat  perusahaan penyedia jasa yang sedang mengiklankan jasa nya di laman website lainnya. Bila menilik ke 10 tahun yang lampau, perusahaan yang bergerak di bidang jasa menggunakan metode guerilla marketing yang dicetuskan pertama kali oleh Jay Conrad Levinson ini adalah metode pemasaran yang tidak konvensional dan cenderung dadakan guna menangkap kesan yang mendalam secara gerilya. Namun sekarang bisa dilihat pada setiap laman website akan terdapat setidaknya satu iklan online yang mengiklankan perusahaan jasa. Hal ini termasuk ke dalam konvergensi media karena kita bisa melihat bahwa media yang digabungkan bukan saja sekedar laman website dengan perusahaan jasa saja melainkan melalui media komputer atau telepon genggam, dan jaringan internet yang diklasifikasikan sebagai media itu sendiri.

Alasan dari perusahaan penyedia jasa untuk mengiklankan produknya di internet ketimbang melalui selebaran adalah karena perusahaan penyedia jasa yakin bahwa target market nya adalah mereka yang ‘melek’ teknologi dan membutuhkan high-involvement dalam memilih jasa terbaik sehingga rasanya tidak efektif bila memusatkan pemasaran jasa melalui iklan pada media cetak saja.


[Nadya Cheirin: 1506686255]

Sumber:




You May Also Like

1 komentar